Tuesday, November 13, 2012

Our 2nd Exhibition



Pamerana akan berlangsung 
dari tanggal 18 Nov - 8 Des 2012

Pembukaan 17 Nov 2012 | 19.00Wib

Artist's Conversation 19 Nov 2012 | 16.00Wib

Venue
Ruang MES 56
Jln Minggiran No. 61A Mantrijeron
Yogyakarta 55141

mari datang dan mari bersenang-senang


Friday, November 9, 2012

Final Presentation 3point Award 2012

       mere]

Setelah menjalani proses lebih dari 2 bulan, 3point Artist 2012 yang terdiri dari Bey Shauqi Hamidy (Jakarta), Syafi’udin (Bali), Dwi Asrul Fajar (Jakarta) berkumpul lagi di Ruang Mes 56 untuk melakukan presentasi terakhir. Pada pertemuan kali ini, 3point Artist mempresentasikan gagasan final dan juga karya-karya merekaterkait dengan pameran yang akan segera diselenggarakan di Ruang Mes 56.

Thursday, September 6, 2012

3point Artist 2012: The Meeting




Setelah melakukan korespondensi via dunia maya, akhirnya pada akhir bulan Agustus 2012 lalu 3point Artist 2012 yang terdiri dari Bey Shauqi Hamidy (Jakarta), Syafi’udin (Bali), Dwi Asrul Fajar (Jakarta) berkumpul di Jogja. Pada pertemuan kali ini, 3point Artist secara langsung dipertemukan dalam satu ruang dengan penyelenggara 3point Award dan Ruang Mes 56. Selain itu, ketiga peserta terpilih  juga mempresentasikan gagasan yang nantinya akan dikerjakan selama proses 3point Award.







Friday, July 20, 2012

3point Award Proposal Result



Setelah melalui dua kali seleksi, kami 3point Award dan Ruang Mes 56 menyampaikan bahwa ketiga nama berikut ini terpilih untuk mengikuti 3point Award 2012.

Yang terpilih 3point Award 2012
1. Bey Shauqi Hamidy – Jakarta
2. Syafi’udin (Vifick) – Bali
3. Dwi Asrul Fajar – Jakarta

Kami ucapkan selamat atas terpilihnya ketina nama tersebut sebagai 2nd 3Point Artists. 

Ikuti terus berbagai informasi seputar proses penyelenggaraan 3point Award 2012 melalui blog kami.

Monday, April 9, 2012

PERSENTASI DI SURABAYA DAN MALANG



Teman-Teman di Surabaya dan Malang.. sampai jumpa di sana... 
mari berkumpul dan bersenang-senang.


Surabaya :
11 April 2012 | 18.30
di C20
jl Dr. Cipto 20
Surabaya , Jawa Timur

Malang :
12 April 1012 | 13.00
di Kedai Sinau
Jl Simpang Wilis Indah, Ruko Retawu
Malang , Jawa Timur


Tuesday, April 3, 2012

MALAM DI JARI KITA | THE WAX ON OUR FINGERS


Malam Di Jari Kita/The Wax on Our Fingers
April -7 May 2012
Pembukaan: 7 April
Pukul: 19:00 WIB
Tempat: iCAN (Indonesia Contemporary Art Network)
Alamat: Jl Suryodiningratan 39 Yogyakarta 55141


Malam Di Jari Kita/The Wax on Our Fingers Adalah proyek senirupa berbasis hubungan sosial yang merayakan kehidupan dan tangan-tangan terampil dibalik eksistensi Batik. Mintio & Kabul bekerja sama dengan para pembatik dari desa Kebon Indah, Bayat, Klaten untuk menciptakan ‘potret diri’ yang unik, yang menggabungkan realisme fotografi dengan sifat dekoratif dan simbolis motif Batik. Perpaduan dari fotografi dan Batik ini adalah hasil dari proses perjalanan seni bersama para perempuan pembatik. Setiap kali kami melihat kain Batik, muncul pertanyaan siapa dan bagaimana kehidupan dibalik eksistensi Batik yang merupakan produk budaya kebanggaan Indonesia sebagai intengible heritage. Daerah Bayat khususnya desa Kebon Klaten, sejak lama dikenal sebagai pusat pembuatan Batik tulis di wilayah yang dulu disebut wilayah Keraton atau Vorstenlanden, yakni wilayah yang meliputi kerajaan Solo dan Yogyakarta. Produk Batik dari wilayah ini adalah Batik Klasik, ditandai oleh warna dan motif yang khas dari wilayah Vorstenlanden, yakni warn coklat alami yang cenderung coklat (soga), dan biru (Indigo) dan motif Batik Kraton seperti motif Parang dan Wahyun Temurun. Secara umum masih sangat terbatas pengetahuan orang Indonesia tentang kain yang bermotif batik dan Batik sendiri. Rumitnya proses pembuatan Batik tulis dan siapa orang yang berpeluh dibalik proses pembuatannya adalah para pembatik yang kebanyakan perempuan. Seniman Mintio & Kabul menggunakan pendekatan yang lebih segar untuk proyek ini, potret para pembatik dicetak diatas kain dengan teknik cyanotype (Cetak Matahari), para wanita pembatik kemudian merespon citra diri mereka sendiri dengan menggambarkan motif batik yang diinginkannya. ìDalam kolabarasi ini hanya pembatik, yang biasanya tak memiliki jejak dalam kain, menjadi yang utama. Sekali lagi, bagi saya ini merupakan statement tegas akan eksistensi pembatik. Foto ibu pembatik dan anaknya, pembatik lintas generasi, Berfoto bersama dan muncul di kain. Mintio dan Kabul memberi ruang eksistensi pada para pembatik untuk hadir dalam karya mereka sendiri, sesuatu yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan sepanjang perjalanan hidup sebagai pembatik. tulisan Amalinda Savirani. Melalui proyek ini seniman mengakui peran penting perempuan sebgai pencipta budaya dalam masyarakat indonesia dan menjelajahi hubungan mereka dengan keluarga, masyarakat desa, dan kerajinan yang mereka buat.
http://www.malamdijarikita.com 
Program ini bekerja sama dengan



Friday, March 30, 2012

Visual Exhibition

Bela Bangsa: Visual Exhibition




Collaborative Project by Belkastrelka feat.:

-Adi Rassatya Buwono
-Al Ghorie
-Andreas Nova
-Anggito Rahman
-Debby Utomo
-Dito Yuwono
-Fadli Agung Ismail
-Faisal R. Yerouhalaim
-Galang Rais
-Havitz Maulana
-Komang Adhyatma
-Mira Asriningtyas
-Rizkyana Saraswati
-Sandi Kalifadani
-Tampan Destawan


Opening:
Sunday, April 1 2012 | 04.00pm

April 1 - 16, 2012

Venue:
Lir 
Jl. Anggrek 1/33, Baciro Yogyakar

Monday, December 26, 2011











Opening | 27 Dec 2011 | 19:00 WIB | 7 pm
Venue | Rumah Kelas Pagi Yogyakarta
Jl. Brigjen. Katamso - Prawirodirjan MG II /1226
Yogyakarta

Performance by in between magician: Kadir Risqiano

Exhibition I 28 Dec 2011 - 10 Jan 2012
Conversation | 7 Jan 2011 | 16:00 WIB | 4 pm

Programmer | Ruang MES 56
Partner | Kelas Pagi Yogyakarta
Media | jogjanews.com





IN BETWEEN

Dalam pameran kali ini, Legal Artist #3 akan mempersembahkan karya-karya Kurniadi Widodo dalam sebuah pameran berjudul ‘IN BETWEEN’. Disini Kurniadi Widodo akan memamerkan 10 karya yang akan dipresentasikan sebagai wallpaper di galeri. Dari sepuluh karya ini publik bisa melihat bagaimana seniman bisa mengekploitasi salah satu fitur terpenting dari fotografi, yaitu framing. Praktek framing yang ia lakukan merupakan kunci yang membedakannya dengan karya-karya yang dihasilkan fotografer lain. Kurniadi Widodo tidak mendasarkan diri pada hubungan-hubungan antar obyek yang terberikan, bahwa kenyataan tidak dia rekam sebagaimana adanya. Dialah yang mengatur 
hubungan-hubungan antar benda tersebut.


Coba amati bagaimana ia dengan sengaja mengambil angle tertentu sehingga sebuah tugu dan kebun jagung menjadi sebuah peristiwa baru yang seolah memiliki hubungan; atau bagaimana sebuah gambar kuda di tembok, kabel listrik dan bayangannya, dan batang-batang pohon menjadi sebuah kesatuan peristiwa. Dari kedua gambar diatas, kita bisa nyatakan bahwa hubungan-hubungan yang terjadi tidaklah ada begitu saja, tapi dengan sengaja diberikan dan dinyatakan oleh fotografernya. Begitupun jika kita liat pada karya-karya lainnya; kita akan minimal menyadari bahwa ada upaya aktif dari fotografernya untuk memberikan sebuah pemahaman baru atas kenyataan yang ia rekam tersebut.

Program Legal Artist Series ini tidak melulu soal seniman muda berbakat atau karya yang bagus, namun lebih jauh menuntut bahwa artist dan karya yang di pamerkannya harus memiliki kekuatan di inovasi, tradisi dan masa depan. Yang di pertimbangkan adalah bahwa praktek kesenian yang dijalankan memiliki akar yang kuat serta memiliki kemungkinan pengembangan, baik dari sisi wacana hingga teknik-artistiknya. Sedangkan inovasi yang aku maksud adalah pada penemuan cara-cara baru, subject matter serta estetika-estetika baru.

In Between dalam presentasinya mencoba meyakinkan publik, bahwa keraguan utk menjadikan karya seni lebih fungsional bisa diatasi dengan cara yang cerdas. Pilihan untuk menjadikan karya-karya dalam In Between ini menjadi wallpaper sebenarnya berangkat dari pemahaman bahwa teknologi dan material wallpaper ini udah jamak, dan kemungkinan-kemungkinan aplikasinya dalam fotografi juga bukan barang baru. Persoalannya hanya perlu mencari kemungkinan-kemungkinan artistik yang sesuai, disini Legal Artist Series memberikan penegasan bahwa teknik dan material ini acceptable... anda sendiri bisa menilainya.

/ Tentang Legal Artist Series
Legal Artist Series adalah Program yang digagas oleh Ruang MES 56 untuk melegalkan seniman yang dengan serius menggunakan medium fotografi sebagai alat untuk menyampaikan gagasan inovatif secara visual dan pengembangan dalam teknik presentasi, serta sebagai laboratorium seniman dalam interaksi ruang dan publiknya.

Legal artist Series #1 (2006), Beyond Coca-cola oleh Edwin Dolly Roseno, Kurator oleh Angki Purbandono
Legal Artist Series#2 (2009), Pingpong Education System oleh Anang Saptoto, Kurator oleh Angki Purbandono

/ Tentang Seniman
Kurniadi Widodo, lahir di Medan pada tahun 1985, mengenal dan mempelajari fotografi secara otodidak sejak tahun 2006 pada saat menempuh pendidikan di jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan di Universitas Gajah Mada (2003-2006), juga sempat kuliah di jurusan Fotografi di Akademi Desain Visi Yogyakarta (2006-2007), walau keduanya akhirnya ditinggalkan.

Dalam berkarya di bidang fotografi memilih jalur dokumenter, dengan ketertarikan utama pada pendokumentasian visual perkotaan dan isu-isu urban. Pada tahun 2010, bersama 7 orang fotografer muda lainnya membentuk Cephas Photo Forum, forum fotografi yang berfokus pada diskusi aktivitas fotografi. Saat ini tinggal dan bekerja sebagai fotografer lepas di Yogyakarta.





Leaflet pameran dapat diunduh pada tautan ini >> LEAFLET LEGAL ARTIST SERIES 3 IN BETWEEN BY KURNIADI WIDODO

Wednesday, November 16, 2011

[SEA] TERRITORIES OF THE REAL AND UNREAL: Photographic Practices In Contemporary Southeast Asian Art


[SEA] is a series of annual exhibitions and talks aimed at building a greater understanding of Southeast Asian contemporary art contexts and practices. The first exhibition in the series focuses on photography in Southeast Asian art. Territories of the Real and Unreal gathers selected bodies of work by 16 artists from around the region, in which photographic images and processes have been explored as powerful, accessible and yet often ambiguous means of expressing of our peculiar realities.



PARTICIPATING ARTISTS

Amanda Heng (SG) | Angki Purbandono (ID) | Davy Linggar (ID) | Gina Osterloh (PH/US) | Isa Lorenzo (PH)

Ismail Hashim (MY) | Julia Sarisetiati (ID) | Konrkrit Jianpinidnan (TH) | Lena Cobangbang (PH)

Manit Sriwanichpoom (TH) | Paul Kadarisman (ID) | Poklong Anading (PH) | Steve Tirona (PH)

Wimo Ambala Bayang (ID)| Yee I-Lann (MY) | Zhao Renhui (SG)


Projects

OPENING CEREMONY

Sunday, 27 November, 07:30 PM



***

EXHIBITION DATES

28 November 2011 - 21 January 2012



***

[SEA] TALKS SERIES

A whole day lecture & talk sessions will be held at LAF

Saturday, 10 December 2011

10:00 AM - 05:30 PM

[for registered participants]



SESSION 1:

Adeline Ooi and Beverly Yong

Guided tour with Q & A sessions

10:00 AM - 12:00 AM

-------------Lunch break------------

SESSION 2:

Patricia Levasseur de la Motte

From photojournalism to conceptual photography: The emergence of art photography in Cambodia, Myanmar, Singapore and Vietnam

01:00 PM - 03:00 PM

-------------Coffee break-----------

SESSION 3:

Zhuang Wubin

Independent photography in Southeast Asia since 1980

03:30 PM - 05:30 PM

For more info, or to register for the guided tour and talks, please contact Ms. Mala at +6281215500083 or info@langgengfoundation.org

Tuesday, October 25, 2011

The 1st 3point Award Exhibition View


    1st 3point Award Exhibition
    8-31 oct 2011 @ House Of Kelas Pagi Yogya



Dito's Works 



Seto's Work



Aul's Works






Saturday, October 15, 2011

Artist's Conversation


    10 / oct / 2011




   Thanks for your time and your support guys,,,

   cheers

   photos by nanda / kelas pagi yogyakarta